Tekuk Borneo 1-2 Persija Jakarta Belum Aman

JAKARTA – Persija ‘Macan Kemayoran’ Jakarta belum sepenuhnya bisa mengamankan tempat di partai final Piala Indonesia. Hal itu terjadi setelah pasukan Julio Bañuelos hanya mampu menang tipis 2-1 atas 10 pemain Borneo FC pada leg pertama babak semifinal di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (26/6).

Maklum, ini pertama kalinya Persija menang dengan selisih satu gol atas Borneo di setiap partai kandang pada ajang domestik sejak bulan Juli 2017 lalu.

Sejak saat itu, Persija sudah dua kali menjamu Borneo di kompetisi domestik dan selalu bisa meraih kemenangan dengan selisih lebih dari satu gol. Terakhir, Macan Kemayoran bahkan mampu menggulung Borneo 5-0 pada Piala Presiden pada Maret 2019 lalu.

Namun kali ini, Macan Kemayoran tidak segarang seperti di laga-laga sebelumnya saat meladeni Borneo dengan status tuan rumah.

Dalam laga kali ini, Andritany Ardhiyasa dan kolega memang langsung tampil menekan sejak awal laga. Macan Kemayoran bahkan sudah bisa membuka keunggulan, lewat aksi Yan Pieter Nasadit saat laga baru berusia dua menit. Namun sejak itu, Persija kerap gagal menambah keunggulan.

Sebaliknya, Borneo justru mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1, berkat gol Terens Puhiri. Persija bahkan tidak mampu berbuat banyak saat unggul jumlah pemain setelah Borneo dipaksa bermain 10 orang. Wasit terpaksa mengusir gelandang Borneo, Finky Pasamba usai menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Riko Simanjuntak. Beruntung, Persija masih memiliki Bambang ‘Bepe’ Pamungkas.

Datang dari bangku cadangan, penyerang veteran itu berhasil menyelamatkan wajah Persija di depan publik sendiri, lewat golnya di masa injury. Golnya itu, sekaligus menyegel kemenangan Persija dengan skor tipis 2-1. “Kami memasukkan Bepe yang membawa semangat dan euforia baru untuk tim. Saya bersyukur dia bisa mencetak gol dan membantu tim memenangkan pertandingan ini,” puji Banuelos, usai laga.

Banuelos berharap timnya bisa tampil lebih menyerang pada leg kedua di kandang Borne yang rencananya digelar pada 6 Juli mendatang. “Tidak ada kata bertahan untuk kami. Kami akan bermain seperti biasa, menyerang, meski di kandang lawan. Sejak awal, kami sudah menyadari pertandingan akan berjalan sulit. Mereka dilatih oleh pelatih berpengalaman (Mario Gomez Red) yang memiliki karakter sepakbola Eropa,” tuntas pelatih asal Spanyol trrsebut. (junius/b)

Poskota News