Siang Malam Sukabumi Macet, Kendaraan Besar Dituding Jadi Pemicu

SUKABUMI – Kepadatan arus kendaraan di lintasan Sukabumi Utara, Jawa Barat, belakangan ini kian menjadi.-jadi.  Bahkan, seakan tak kenal waktu, baik siang maupun malam tetap terjadi kemacetan.

Macet “abadi” tersebar di beberapa titik, terutama di kawasan Cicurug yang berbatasan dengan Bogor.  Kepadatan arus lalulintas (lalin) nyaris saban hari terjadi di tiap persimpangan jalan.  Mulai tiap persimpangan di antaranya Tenjoayu, Cimalati, Bangbayang, Gang Koramil, dan Cidahu.

Untuk yang  ke arah Cianjur, padat merayap lalu lintas kerap terjadi di persimpangan pintu keluar jalan alternatif di Parungkuda dan Cibadak, Angkrong, Cikidang, Simpangratu, Cibaraja, dan Kaum Cisaat yang menjadi titik persimpangan ke Mangkalaya dan Kadudampit.

Kepadatan arus pun terpantau di waktu-waktu tertentu di tiap pasar, yakni Pasar Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak. Belum lagi, kemacetan di jam masuk-keluar karyawan pabrik yang berada di pinggiran jalan protokol.

“Macet terus kalau lewat Cicurug mah.  Ada alternatif, tapi jalannya sempit. Sekarang-sekarang macetnya bukan siang aja, malah sampai tengah malam,” keluh pengemudi, Karimullah (25).

Menurut Karim, laju kendaraan besar atau berat yang kerap memicu volume kepadatan arus lalin. Padahal, setahu dia waktu operasional kendaraan berat sudah diatur. Maka itu, dia berharap instansi terkait tegas menegakan aturan tersebut.

“Bagus kalau kendaraan besar beroperasinya diatur karena salah satu pemicu macet. Kalau sekarang tuh lihat saja sendiri,” ujarnya.

Pengamatan  Pos Kota, selain penyebab lain kemacetan yakni kebiasaan jelek pengemudi angkutan umum yang ngetem sembarangan.

Waktu operasional kendaraan besar, seperti angkutan barang hasil tambang, kontainer, dan angkutan air minum dalam kemasan (AMDK) dibatasi ketika melewati lintasan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 tahun 2013 tentang Pengawasan dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan untuk dalam daerah hanya  boleh beroperasi pada pukul 10.00 – 16.00 WIB dan 19.00 – 05.00 WIB. Sedangkan luar daerah hanya boleh operasi sekitar pukul 19.00 – 05.00 WIB. Pengaturan waktu operasional ini tersurat pada pasal 6 ayat 3.

Sanksi bagi pelanggar perda itu lumayan berat. Dalam pasal 14 ayat 1, sanksi bagi pelanggar akan dikenakan dengan ancaman pidana kurungan 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp50 juta.

Menyikapi persoalan itu, Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi, nomor kontaknya tersambung tapi tidak diangkat. (sule/win)

Poskota News