DPP PKB: Kalau Hanya Cak Imin Calonnya, Ketum Dipilih Aklamasi

JakartaPKB akan menggelar muktamar pada 20 Agustus 2019 mendatang. DPP PKB menyebut adanya kemungkinan pemilihan ketum dilakukan secara aklamasi.

“Yang mempunyai hak suara di muktamar PKB adalah DPC-DPC atau cabang, 1 cabang 1 suara, 1 DPW satu suara. Jadi sekitar 560 cabang ditambah dengan 34 jadi sekitar 600 suara yang dipertebutkan. One man one vote. Kalau hanya Muhaimin Iskandar calonnya maka akan dinyatakan aklamasi,” kata Ketua DPP PKB, Lukman Edy di Batik Kuring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (12/7/2019).


Lukman mengatakan hingga saat ini belum muncul nama kandidat yang akan maju sebagai Caketum PKB pada Muktamar nanti. Karena itu, menurut dia, tidak menutup kemungkinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin maju sebagai calon tunggal.

“Belum tahu (apakah akan ada yang mencalonkan diri). Kader kan banyak, apakah kader yang banyak ini mencalonkan sebagai ketum, itu kita tak tahu,” katanya.

Lebih lanjut, Lukman mengatakan selain pemilihan Ketum, Muktamar juga digelar untuk menyusun visi Indonesia ke depan. Visi tersebut nantinya akan disumbangkan kepada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kedua, muktamar akan menyusun visi baru PKB lima tahun yang akan datang. Internal ini, supaya di kontestasi Pemilu 2024 PKB itu menjadi pemenang pemilu dan bisa menyumbangkan kadernya menjadi pemimpin bangsa,” tutur Lukman.

Sebelumnya diberitakan beberapa daerah sudah menyatakan akan mendukung Cak Imin kembali menjadi Ketum PKB dalam muktamar. Salah satunya Kader PKB di Jawa Tengah menyatakan sikap mendukung kembali Muhaimin Iskandar atau Cak Imin untuk memimpin sebagai Ketua Umum PKB. Keberhasilan pada Pilpres dan Pileg menjadi alasan Cak Imin kembali didukung.

Hal itu disampaikan Ketua DPW PKB Jateng KH M Yusuf Chudlori di depan Cak Imin dalam acara Sosialisasi Muktamar PKB di Hotel Patra Semarang. “Ini demi menjaga kekompakan yang sudah terbukti dalam Pemilu 2019, dan melanjutkan kemenangan pada Pemilu yang akan datang,” kata Gus Yusuf, Selasa (9/7/2019).
(maa/mae)

Detikcom