1.479 Warga Jakbar Terkapar Karena DBD, Paling Banyak di Kalideres

JAKARTA – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menghantui Jakarta Barat. Sejak Januari hingga April 2019, ada 1.479 warga terkapar akibat digigit nyamuk Aedes Aegypti yang menebarkan virus DBD.

“Di Jakbar hingga April 2019, kasus DBD 1.479 dengan Incident Rate (IR 57,11) dan di urutan ketiga di DKI Jakarta setelah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakbar, Kristi Wathini usai rapat pimpinan Pemko Jakbar, kemarin.

Namun Kristi tidak menyebutkan korban meninggal akibat DBD dalam kurun waktu empat bulan terakhir ini.

Incident Rate (IR) adalah perbandingan antara kasus penyakit dengan jumlah penduduk yang terjangkit suatu penyakit dalam interval waktu tertentu.

Data Sudin Kesehatan Jakbar, Kecamatan Kalideres tertinggi kasus penyakit yang mematikan ini yakni 469 warga ambruk dengan IR 117,7.

Selanjutnya Kecamatan Cengkareng 463 kasus (IR 86,7), 161 kasus (IR 58,0) di Kecamatan Kembangan, dan Kecamatan Taman Sari 71 kasus( IR 44,1). Serta 93 kasus (IR 35,5) di Kecamatan Palmerah, Kecamatan Grogol Petamburan 71 kasus (IR26,4), Kecamatan Tambora 83 kasus (IR 26,0) dan Kecamatan Kebon Jeruk  69 kasus (IR 18,7).

Adapun di tingkat kelurahan, dari 56 kelurahan di Jakbar, Pegadungan tertinggi DBD. Disusul Tegal Alur, Kapuk dan Kembangan Utara. Sedangkan kasus DBD terendah di Kelurahan Sukabumi Selatan.

Kristi menambahkan secara keseluruhan trend kasus DBD di Jakbar maupun di DKI Jakarta selama April ini secara umum menurun. Namun upaya pemberantasan DBD tetap dilakukan mulai larvasidasi, sosialisasi kampanye PSN oleh Kecamatan Kembangan dan Kelurahan Kembangan Utara serta pendistribusian ikan pemakan jentik nyamuk. (rachmi/ys)

Poskota News